Diskusi Publik dan Pemutaran Film Pesta Babi di Dewan Kesenian Sidoarjo
Dipublikasikan pada: 22 May 2026
Pada Ahad, 17 Mei 2026, telah diselenggarakan kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Dewan Kesenian Sidoarjo. Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat lingkungan, komunitas literasi, hingga masyarakat umum yang tertarik terhadap isu sosial dan kemanusiaan di Papua.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi beberapa komunitas dan organisasi, seperti Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo, Komunitas Grassroot, Greenpeace, Jubi.id, PUSAKA, Watchdoc, dan beberapa komunitas lainnya. Melalui sistem tiket sukarela, peserta juga diajak untuk memberikan donasi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan edukatif dan kemanusiaan.
Acara diawali dengan pembukaan singkat oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang film dokumenter Pesta Babi. Film ini mengangkat realitas kehidupan masyarakat adat Papua yang menghadapi berbagai persoalan akibat eksploitasi alam, pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat lokal, serta dampak kolonialisme modern yang masih dirasakan hingga saat ini.
Selama pemutaran film, para peserta tampak antusias dan fokus menyimak setiap adegan yang ditampilkan. Dokumenter tersebut berhasil menggambarkan bagaimana perubahan sosial, ekonomi, dan budaya terjadi di tengah masyarakat Papua akibat masuknya kepentingan industri dan kekuasaan. Tidak sedikit peserta yang terlihat terdiam dan merenungkan isi film karena pesan yang disampaikan terasa kuat dan relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Setelah sesi pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber dan peserta. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pertanyaan, maupun refleksi pribadi terkait isi film. Diskusi berlangsung interaktif karena banyak peserta yang menyoroti isu ketidakadilan sosial, kerusakan lingkungan, hingga pentingnya menjaga hak-hak masyarakat adat.
Selain menjadi ruang apresiasi terhadap film dokumenter, kegiatan ini juga menjadi media edukasi dan ruang dialog bagi masyarakat untuk lebih memahami persoalan kemanusiaan dan lingkungan di Indonesia, khususnya di Papua. Para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati serta kesadaran kritis terhadap berbagai isu sosial di sekitar mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka terhadap isu-isu sosial dan mampu membangun budaya diskusi yang kritis, humanis, dan reflektif.
Kembali ke Daftar Berita
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi beberapa komunitas dan organisasi, seperti Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo, Komunitas Grassroot, Greenpeace, Jubi.id, PUSAKA, Watchdoc, dan beberapa komunitas lainnya. Melalui sistem tiket sukarela, peserta juga diajak untuk memberikan donasi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan edukatif dan kemanusiaan.
Acara diawali dengan pembukaan singkat oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang film dokumenter Pesta Babi. Film ini mengangkat realitas kehidupan masyarakat adat Papua yang menghadapi berbagai persoalan akibat eksploitasi alam, pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat lokal, serta dampak kolonialisme modern yang masih dirasakan hingga saat ini.
Selama pemutaran film, para peserta tampak antusias dan fokus menyimak setiap adegan yang ditampilkan. Dokumenter tersebut berhasil menggambarkan bagaimana perubahan sosial, ekonomi, dan budaya terjadi di tengah masyarakat Papua akibat masuknya kepentingan industri dan kekuasaan. Tidak sedikit peserta yang terlihat terdiam dan merenungkan isi film karena pesan yang disampaikan terasa kuat dan relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Setelah sesi pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber dan peserta. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pertanyaan, maupun refleksi pribadi terkait isi film. Diskusi berlangsung interaktif karena banyak peserta yang menyoroti isu ketidakadilan sosial, kerusakan lingkungan, hingga pentingnya menjaga hak-hak masyarakat adat.
Selain menjadi ruang apresiasi terhadap film dokumenter, kegiatan ini juga menjadi media edukasi dan ruang dialog bagi masyarakat untuk lebih memahami persoalan kemanusiaan dan lingkungan di Indonesia, khususnya di Papua. Para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati serta kesadaran kritis terhadap berbagai isu sosial di sekitar mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka terhadap isu-isu sosial dan mampu membangun budaya diskusi yang kritis, humanis, dan reflektif.