Ludruk Garingan Meimura Sukses Digelar di Panggung Dardanela

Dipublikasikan pada: 11 April 2026

Ludruk Garingan Meimura Sukses Digelar di Panggung Dardanela
Sidoarjo — Panggung Dardanela Dewan Kesenian Sidoarjo menjadi saksi suksesnya pertunjukan ludruk garingan bertajuk “Besut Jajah Deso Milangkori” pada Jumat (11/4/2026).

Dalam pementasan tersebut, Meimura berkolaborasi dengan Cak Robert Bayonet dan Cak Didik Jogoyudho, menghadirkan nuansa segar dalam balutan tradisi ludruk.

Cerita yang diangkat berfokus pada perselisihan antara juragan bandeng dan juragan udang terkait batas wilayah tambak. Konflik tersebut dikemas dengan gaya khas ludruk garingan yang sederhana namun tetap menghibur.

Suasana pertunjukan semakin meriah ketika Cak Robert Bayonet naik ke panggung dan membawakan kidungan yang diiringi karawitan Sri Kahuripan di bawah pimpinan Ki Joko Susilo.

Kidungan tersebut menyoroti berbagai situasi sosial yang tengah terjadi di Sidoarjo saat ini, sehingga terasa relevan bagi penonton.

Ketua Brang Wetan, Hendri Nur Cahyo, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Meimura menghadirkan ludruk dalam bentuk yang lebih sederhana. “Meimura melakonkan ludruk menjadi sederhana, tanpa banyak pemain seperti ludruk pada umumnya,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemanfaatan Ruang Publik Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan, yang diajukan secara mandiri oleh Meimura sebagai upaya pelestarian seni tradisi.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai perkembangan ludruk dan kiprah Meimura. Diskusi tersebut menghadirkan budayawan Arif Rofiq yang juga anggota dewan pakar Dewan Kesenian Sidoarjo, serta Ribut Wijoto selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Sidoarjo. Sementara itu, Hendri Nur Cahyo turut bertindak sebagai moderator dalam sesi diskusi tersebut.[wha]

Kembali ke Daftar Berita