Aliansi Pegiat Budaya Gelar Srawung Budayawan, Angkat Ndlamak sebagai Olahraga Tradisional dan Terapi Alternatif
Dipublikasikan pada: 11 February 2026
SIDOARJO — Aliansi Pegiat Budaya menggelar kegiatan Srawung Budayawan dengan tema Ndlamak sebagai Olahraga Tradisional dan Terapi Alternatif, Rabu (11/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dewan Kesenian Sidoarjo dan diikuti oleh berbagai perwakilan paguyuban budaya yang tergabung dalam aliansi.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pelaku budaya dalam melestarikan kearifan lokal (local wisdom) Nusantara, khususnya budaya tradisional yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sidoarjo. Diskusi dikemas secara ringan agar mudah dipahami serta mendorong partisipasi aktif para peserta.
Pengarah Aliansi Pegiat Budaya, Winarto, menegaskan bahwa kegiatan Srawung Budayawan merupakan bentuk nyata upaya nguri-nguri budaya, atau merawat dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang srawung, ruang temu dan diskusi agar budaya yang kita miliki tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dan diwariskan,” ujar Winarto.
Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Pegiat Budaya menghadirkan Prayitno Kusumo, yang akrab disapa Oyeck, sebagai narasumber. Oyeck dikenal sebagai pelaku budaya yang telah lama menekuni praktik ndlamak, yakni berjalan tanpa alas kaki. Ia membagikan pengalamannya mengenai manfaat ndlamak, baik sebagai olahraga tradisional maupun sebagai terapi alternatif untuk kesehatan tubuh.
Aliansi Pegiat Budaya sendiri merupakan wadah yang menaungi berbagai paguyuban budaya di Sidoarjo. Aliansi ini resmi berdiri pada 20 Desember 2025 berdasarkan kesepakatan bersama para pegiat dan pemerhati budaya, dengan tujuan memperkuat jejaring serta kolaborasi antar paguyuban.
Melalui kegiatan Srawung Budayawan, Aliansi Pegiat Budaya berharap masyarakat semakin mengenal dan menghargai praktik-praktik budaya tradisional, sekaligus menjadikannya bagian dari gaya hidup yang sehat dan berakar pada nilai-nilai lokal. [wha]
Kembali ke Daftar Berita
Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pelaku budaya dalam melestarikan kearifan lokal (local wisdom) Nusantara, khususnya budaya tradisional yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sidoarjo. Diskusi dikemas secara ringan agar mudah dipahami serta mendorong partisipasi aktif para peserta.
Pengarah Aliansi Pegiat Budaya, Winarto, menegaskan bahwa kegiatan Srawung Budayawan merupakan bentuk nyata upaya nguri-nguri budaya, atau merawat dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang srawung, ruang temu dan diskusi agar budaya yang kita miliki tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dan diwariskan,” ujar Winarto.
Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Pegiat Budaya menghadirkan Prayitno Kusumo, yang akrab disapa Oyeck, sebagai narasumber. Oyeck dikenal sebagai pelaku budaya yang telah lama menekuni praktik ndlamak, yakni berjalan tanpa alas kaki. Ia membagikan pengalamannya mengenai manfaat ndlamak, baik sebagai olahraga tradisional maupun sebagai terapi alternatif untuk kesehatan tubuh.
Aliansi Pegiat Budaya sendiri merupakan wadah yang menaungi berbagai paguyuban budaya di Sidoarjo. Aliansi ini resmi berdiri pada 20 Desember 2025 berdasarkan kesepakatan bersama para pegiat dan pemerhati budaya, dengan tujuan memperkuat jejaring serta kolaborasi antar paguyuban.
Melalui kegiatan Srawung Budayawan, Aliansi Pegiat Budaya berharap masyarakat semakin mengenal dan menghargai praktik-praktik budaya tradisional, sekaligus menjadikannya bagian dari gaya hidup yang sehat dan berakar pada nilai-nilai lokal. [wha]